BUNG KARNO DALAM TIGA PARAGRAF
PUTRA SANG FAJAR terlahir lagi kedua kalinya....
Dia selalu menerbitkan inspirasi bagi siapapun, termasuk generasi yang cuma mendengarkan namanya seperti saya.
Saat muda di masa pergerakan sebelum Indonesia merdeka dan di saat-saat akhir menjelang hidupnya ia lebih akrab dengan penjara.
Di masa muda dia dipenjara penguasa kolonial karena pengaruhnya yang luar biasa, gaya bicaranya membakar semangat rakyat untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan.
Di masa akhir kekuasaannya, dia "dipenjara" oleh penerus kekuasaannya karena takut akan karismanya yang masih besar. Dia meninggal dalam kesepian dan kesendirian. Dia mendapat perlakuan tidak adil dari bangsanya sendiri, meski di luar sana dia begitu dipuja puji sebagai Bapak Anti Imperialisme. Ia begitu ditakuti Blok Barat.
Dalam buku ini Anda diajak berselancar secara imajinatif fiktif (fiksi sejarah) ke masa pelayarannya menuju tempat pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu, lalu selama masa Indonesia merdeka dan diakhiri dengan masa-masa terakhirnya di tengah bangsa Indonesia.
Buku kedua tentang Bung Karno ini diterbitkan
Dalam rangka 120 tahun kelahirannya Juni 2021
Dalam rangka 55 tahun kejatuhannya dari kekuasaan September 2020
Dalam rangka 50 tahun meninggalnya Juni 2020
Dia selalu menerbitkan inspirasi bagi siapapun, termasuk generasi yang cuma mendengarkan namanya seperti saya.
Saat muda di masa pergerakan sebelum Indonesia merdeka dan di saat-saat akhir menjelang hidupnya ia lebih akrab dengan penjara.
Di masa muda dia dipenjara penguasa kolonial karena pengaruhnya yang luar biasa, gaya bicaranya membakar semangat rakyat untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan.
Di masa akhir kekuasaannya, dia "dipenjara" oleh penerus kekuasaannya karena takut akan karismanya yang masih besar. Dia meninggal dalam kesepian dan kesendirian. Dia mendapat perlakuan tidak adil dari bangsanya sendiri, meski di luar sana dia begitu dipuja puji sebagai Bapak Anti Imperialisme. Ia begitu ditakuti Blok Barat.
Dalam buku ini Anda diajak berselancar secara imajinatif fiktif (fiksi sejarah) ke masa pelayarannya menuju tempat pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu, lalu selama masa Indonesia merdeka dan diakhiri dengan masa-masa terakhirnya di tengah bangsa Indonesia.
Buku kedua tentang Bung Karno ini diterbitkan
Dalam rangka 120 tahun kelahirannya Juni 2021
Dalam rangka 55 tahun kejatuhannya dari kekuasaan September 2020
Dalam rangka 50 tahun meninggalnya Juni 2020
"Jasmerah", itulah benang merah buku ini
Saya sudah mengawalinya dengan Bung Karno, silakan Anda menulis cerita fiksi sejarah tentang tokoh nasional lainnya.

Komentar
Posting Komentar